RSS

2009 Jan : Dasar – Dasar Perhitungan Insulasi Thermal & Akustik pada Bangunan (Properti.biz Desember 2008)

01 Jan

DASAR – DASAR PERHITUNGAN
INSULASI THERMAL DAN AKUSTIK PADA BANGUNAN

Insulasi Thermal / Suhu

Udara bergerak dari daerah yang panas ke daerah yang dingin. Panas lebih cepat merambat pada material yang tipis dibandingkan dengan yang tebal. Dan lebih cepat merambat melalui material yang mempunyai konduktivitas tinggi seperti logam, serta lebih lambat merambat melalui material yang mempunyai konduktivitas rendah seperti EPS.

k-value / Thermal Conductivity ( W/mK )

k-value merupakan suatu nilai mengenai kemampuan bahan dalam menghantarkan panas.

Berikut adalah nilai k-value (W/mK ) pada suatu bahan :

k (w/mK) k (w/mK)
Beton 1.250 Kayu 0.144
Bata 1.150 Fibreglass 0.050
Kaca 1.050 EPS 0.039

Semakin rendah nilainya, maka semakin besar kemampuan bahan untuk menginsulasi.

R-value ( m2K/W )

R-value merupakan nilai suatu bahan (yang mempunyai ketebalan tertentu) dalam menghantarkan panas.

R   =  d / k

Dimana d = tebal bahan (m)

U-value ( W/m2K )

U-value merupakan nilai dari beberapa / gabungan dari bahan dalam menghantarkan panas. U-value merupakan kebalikan dari R-value.

U  = 1 / R

Insulasi Suara

Suara yang sangat keras sangat mengganggu bahkan dapat merusak pendengaran seseorang. Suara yang sangat keras juga akan meningkatkan tingkat emosi seseorang, hal ini tidak bagus dalam berbisnis. Karena suara yang sangat keras ini akan mengganggu produktifitas dan moral seseorang / perusahaan. Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan suatu media untuk meredam sumber suara tersebut supaya tidak masuk ke dalam ruang kerja.

Suara merambat melalui udara. Getaran suara yang dihasilkan dalam tiap detik, atau frekuensi, biasa diukur dengan satuan hertz (Hz). Tinggi atau rendahnya kekuatan suara biasa diukur dengan satuan decibels (dB).

Apabila gelombang suara datang dan mengenai suatu permukaan bahan / penghalang seperti pintu / dinding, maka akan menggetarkan permukaan tersebut. Supaya suara tersebut tidak tembus ke sisi dinding yang lain, diperlukan bahan yang dapat menyerap suara. Semakin tebal permukaan maka akan meningkatkan kinerja bahan untuk meredam / menginsulasi suara.

Sound Transmission Loss (TL)

Kemampuan suatu bahan untuk mereduksi suara disebut Sound Transmission Loss (TL). Nilainya biasa disebut dengan decibels (dB). Semakin tinggi nilai TL, semakin bagus bahan tersebut dalam mereduksi suara.

Sound Transmission Class (STC)

Kemampuan rata-rata TL suatu bahan dalam mereduksi suara dari berbagai macam frekuensi. Semakin tinggi nilai STC, semakin bagus bahan tersebut dalam mereduksi suara.

STC NILAI DESKRIPSI
50 – 60 Sangat Bagus Sekali Suara keras terdengar lemah / tidak sama sekali
40 – 50 Sangat Bagus Suara keras terdengar lemah
35 – 40 Bagus Suara keras terdengar, tetapi harus lebih didengarkan
30 – 35 Cukup Suara keras cukup terdengar
25 – 30 Jelek Suara normal mudah / jelas didengar
20 – 25 Sangat Jelek Suara pelan dapat terdengar

Kenapa Styrofoam / EPS ?

Semua orang yang membutuhkan insulasi thermal dan akustik pada dinding, lantai dan atap bangunannya akan mengatakan bahwa Styrofoam / EPS adalah bahan yang ideal. Karena Styrofoam / EPS adalah bahan yang harganya terjangkau dan insulasi suhunya yang baik serta mudah untuk diaplikasikan pada bangunan.

Apa itu b-panel ?

b-panel adalah panel beton ringan yang terdiri dari lapisan Styrofoam / EPS (Expanded Poly Styrene) yang diapit oleh lapisan wiremesh pada kedua sisinya.

b-panel menggunakan Styrofoam / EPS

Kenapa b-panel menggunakan Styrofoam / EPS ? Berikut ini dijelaskan mengenai beberapa keuntungannya :

  1. Insulasi panas yang sangat baik.
  2. Bagus dalam menginsulasi suara / akustik.
  3. Daya tahan yang lama, karena tidak membusuk (non biodegradable).
  4. Dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan ukuran.
  5. Harga terjangkau.
  6. Mudah dalam pengiriman karena ringan.
  7. Mudah dalam pengaplikasiannya.
  8. Dengan jenis Fire Retardant, sehingga tidak merambatkan api.
  9. Tidak  mengandung gas rumah kaca, seperti Chlorofluorocarbons (CFCs) atau HydroChlorofluorocarbons (HCFCs).
  10. Dapat didaur ulang. Sisa dari Styrofoam dapat dilebur dengan Styrofoam murni dan dapat didaur ulang kembali menjadi produk yang baru kembali.

Dari hasil penelitian di Puslitbangkim, b-panel mempunyai nilai U-value = 0.30 – 0.40 W/m2K.Sedangkan dari hasil penelitian uji akustik yang dilakukan di Laboratorium Fisika Bangunan ITB, nilai STC rata – rata dari b-panel adalah 42. Nilai STC ini membuat b-panel unggul apabila difungsikan untuk mereduksi / menyerap suara.

Dari hal – hal tersebut di atas, maka b-panel dapat dijadikan alternatif teratas dalam pemilihan bahan untuk insulasi, baik itu thermal maupun suara.

Berikut ini proyek – proyek yang telah dikerjakan, dimana b-panel difungsikan sebagai insulasi :

Unduh artikel : Dasar – Dasar Perhitungan Insulasi Thermal & Akustik pada Bangunan

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 01/01/2009 in artikel

 

Tag: , , , , ,

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: