RSS

2013 Apr : Penggunaan b-panel untuk mendukung penilaian Bangunan Ramah Lingkungan Greenship dari Green Building Council Indonesia

Green Building Council Indonesia (GBCI) adalah lembaga nirlaba yang mempunyai misi menggalakkan bangunan ramah lingkungan di Indonesia.  Lembaga yang diketuai oleh Ibu Naning Adiwoso ini, beserta anggotanya,  aktif dalam mengedukasi pemain properti dan arsitek di Indonesia untuk lebih mengerti dan menerapkan apa saja unsur-unsur desain, pemilihan material, dan proses konstruksi suatu bangunan, agar dampak lingkungan pada saat pembangunannya, maupun selama operasional bangunan tersebut, dapat sekecil mungkin dan konsumsi energinya dapat dibuat seefisien mungkin.

Photo : Ibu Naning Adiwoso dan staff PT.  Beton Elemenindo Putra di depan stand b-panel® pada Greenright Expo 2013, JCC Senayan Jakarta.

Mulai tanggal 23 April 2013, berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 38/2012 tentang Bangunan Gedung Hijau, semua proyek dengan luas tertentu  yang belokasi di DKI Jakarta diwajibkan untuk dinilai dengan sistem penilaian bangunan ramah lingkungan Greenship. Jenis bangunan yang masuk kategori ini misalnya

  • Kantor, mal, apartemen > 50.000 m2
  • Hotel, rumah sakit > 20.000 m2
  • Fasilitas pendidikan > 10.000 m2

Sistem Greenshhip yang sebenarnya sudah dirancang sejak tahun 2012, akhirnya dijadikan acuan formal.  Makin tinggi angka/score yang dicapai, makin baik pula lah rating yang diberikan pada bangunan tersebut.

Peringkat pada GREENSHIP Versi 1.1 Tahap Final Assesment (FA):
Tahap Design Recognition (DR):              
Platinum Minimum persentase 73% dengan 56 poin Minimum persentase 73% dengan 74 poin
Gold Minimum persentase 57% dengan 33 poin Minimum persentase 57% dengan 58 poin
Silver Minimum persentase 46% dengan 35 poin Minimum persentase 46% dengan 47 poin
Bronze Minimum persentase 35% dengan 27 poin Minimum persentase 35% dengan 35 poin

Makin tinggi ratingnya, makin besar insentif dari pemerintah yang dapat diberikan, misalnya untuk menurunkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun kemudahan-kemudahan lain seperti pengurusan IMB. Selain itu, pemasaran bangunan menjadi lebih atraktif, karena tren kedepannya bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi/biaya operasional akan semakin dicari, mengingat kesadaran masyarakat akan masalah lingkungan saat ini, dan juga biaya energi yang akan semakin tinggi kedepannya.

 “Sejak aturan ini diberlakukan pada 23 April [2013], perizinan baru diberikan kalau bangunan tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai bangunan hijau”

– Bapak. I Putu Ngurah Indiana (Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta) @ seminar Implementasi Peraturan Bangunan Gedung Hijau Bersama International Finance Corporation (IFC), Jumat (12/4) –

Plang sertifikasi Greenship sebuah proyek di kawasan Mega Kuningan, Jakarta

Greenlisting Indonesia Volume 2 yang diterbitkan oleh Green Building Council Indonesia  pada bulan April lalu, merupakan daftar produk-produk bangunan yang ramah lingkungan, di mana  penggunaan produk-produk ini secara kolektif akan berkontribusi untuk  sebuah proyek masuk kategori bangunan ramah lingkungan. Untuk detil lengkapnya, pedoman Greenship dapat diunduh di sini: http://www.gbcindonesia.org/

Greenlisting Vol.2

Dengan penggunaan b-panel®, apabila dipadu secara berkesinambungan dengan material dan elemen perencanaan bangunan lainnya, misalnya kusen/pintu/kaca jendela yang berinsulasi  suhu, pengadaan proses limbah air yang sistematis, dan pemanas air tenaga surya,  maka nilai Greenship yang baik dapat diraih oleh proyek ini.  Berikut adalah beberapa kategori dan detilnya:

  1. EEC 1/EEC P2: Energy-Efficiency Measures

    Penggunaan produk b-panel® dapat membantu mengurangi beban panas luar untuk menghemat penggunaan AC melalui pengurangan Overall Thremal Transfer Value (OTTV) dengan mereduksi konduksi panas pada dinding. Sebaliknya, penggunaaan dinding dan dak atap konvensional secara efisiensi termal adalah sangat tidak bertanggung jawab, karena selain menyerap panas eksterior ke dalam bangunan, bidang dinding dan dak atap yang seharian disinari matahari akan terus memanaskan ruangan bahkan sampai jauh setelah matahari terbenam.

    Potensi Perolehan: Max. 5-20 poin

  2. MRC 2: Environment Friendly Materials

    Penilaian GREENSHIP: Menggunakan material yang merupakan hasil proses daur ulang minimal bernilai 5% dari total biaya material.

    Keterangan: Material EPS b-foam® mengandung setidaknya 15% recycled content dari proses produksi material untuk proyek-proyek sebelumnya.

    Potensi Perolehan: 3 poin

  3. MRC 5: Prefab Material

    Penilaian GREENSHIP: Desain yang menggunakan material modular atau prafabrikasi (tidak termasuk equipment) sebesar 30% dari total biaya material

    Keterangan: Penggunaan b-panel® memungkinkan untuk metode pra-fabrikasi sehingga dapat mengurangi terjadinya sampah konstruksi pada saat di lokasi proyek.

    Potensi Perolehan: 3 poin
  4. IHC 6: Thermal Comfort

    Penilaian GREENSHIP:Menetapkan perencanaan kondisi termal ruangan secara umum pada suhu 250C dan kelembaban relatif 60% Keterangan: Insulasi thermal b-panel® membantu menstabilkan suhu ruangan, sedangkan lapisan EPS b-foam® tidak menyerap kelembaban, membantu menjaga stabilitas tingkat kelembaban ruangan.

    Potensi perolehan: 1 poin

  5. IHC 7: Acoustic Level

    Penilaian GREENSHIP:

    Tingkat kebisingan pada 90% dari nett lettable area (NLA) tidak lebih dari atau sesuai dengan SNI 03-6386-2000 tentang Spesifikasi Tingkat Bunyi dan Waktu Dengung dalam Bangunan Gedung dan Perumahan (kriteria desain yang direkomendasikan).

    Keterangan: Konstruksi sandwich “Mass and damper” b-panel® memungkinkan untuk mengurangi kebisingan baik dari luar maupun dari dalam ruangan

    Potensi perolehan: 1 poin

  6. MRC 6: Regional Material

    Penilaian GREENSHIP:

    1. Menggunakan material yang lokasi asal bahan baku utama dan pabrikasinya berada di dalam radius 1.000 km dari lokasi proyek minimal bernilai 50% dari total biaya material.
    2. Menggunakan material yang lokasi asal bahan baku utama dan pabrikasinya berada dalam wilayah Republik Indonesia bernilai minimal 80% dari total biaya material.

    Keterangan: Semua bahan baku dan material pendukung produksi b-panel® berasal dari dalam wilayah RI*, dan dengan jarak total kurang dari 1000 km

    Potensi perolehan: 2 poin

    (*Perkecualian adalah EPS carbon-graphite untuk campuran produk b-panel® Neo, yang masih impor)

Dari berbagai faktor di atas, kontribusi pemakaian b-panel® dapat memberikan tambahan Greenship poin yang signifikan, hal ini akan sangat membantu tercapainya GreenShip Rating yang sebaik mungkin untuk proyek-proyek yang menggunakannya.

“Bangunan hijau mahal? Memang investasi awal bisa lebih tinggi 2 persen, namun dalam desain 20 persen bisa hemat biaya pembangunan,”

– Bapak. Setyo (Ketua DPP REI Jakarta) @ Green Property Awards 2012 di Hotel Santika, Jakarta –

Sumber : http://www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14/08/2013 in artikel

 

Tag: , , ,

Untuk informasi lebih lanjut

Silahkan kunjungi situs web kami di: http://www.b-panel.com/

Terima kasih.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14/04/2010 in Announcement

 

2010 Feb : Memasarkan Produk RAMAH LINGKUNGAN = PROSES PRODUKSI HARUS RAMAH LINGKUNGAN TERLEBIH DAHULU (Properti.biz Februari 2010

MEMASARKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN  = PROSES PRODUKSI HARUS
RAMAH LINGKUNGAN TERLEBIH DAHULU

Dewasa ini negara-negara di dunia bertambah gencar menggalakan “Gerakan Hijau” untuk meremajakan kembali Bumi kita yang sudah “letih” karena ulah pencemaran dan pengotoran oleh manusia. Walaupun belum semua masyarakat, khususnya di Indonesia, sudah membudayakan “Gerakan Hijau” untuk ikut mendukung serta memelihara Bumi ini, namun di Indonesia sudah mulai banyak fihak-fihak yang berusaha untuk membuat Bumi ini tetap hijau dan lestari, misalnya dengan tidak menebang pohon sembarangan, melakukan gerakan menanam 1000 pohon, membuang sampah pada tempatnya – dengan memisahkan sampah yang terurai dan tidak terurai, dan melakukan daur ulang.

Melakukan daur ulang, terutama pada bahan ataupun sampah yang sulit terurai adalah sangat penting, selain hal ini dapat menghemat biaya, tentu saja ini menjaga keremajaan Bumi. Kesadaran untuk melakukan daur ulang bukan saja dilaksanakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh beberapa perusahaan dan pabrik-pabrik. Salah satu contoh perusahaan yang sudah menjalankan operasi dan produksinya secara lebih bertanggungjawab menjaga kelestarian bumi adalah PT. Beton Elemenindo Putra yang berlokasi di Batujajar, kabupaten Bandung. Perusahaan ini, yang kebetulan produk unggulannya, yakni b-panel, bahan untuk bangunan tahan gempa yang hemat energi dan ramah lingkungan, sudah menjalankan proses daur ulang di pabriknya secara sistematis. Salah satu bahan dasar yang pabrik ini gunakan adalah  EPS (Expanded Polystyrene) atau nama yang kita kenal secara umum sebagai Styrofoam. EPS atau Styrofoam, sudah dikenal umum sebagai sumber limbah yang bermasalah karena tidak membusuk atau terurai, sehingga cenderung berserakan di mana-mana dan menumpuk di penumbunan sampah. Inilah kontradiksi dari EPS, dimana apabila digunakan sebagai bahan bangunan justru menjadi ramah lingkungan karena akan menghemat penggunaan energi bangunan dengan signifikan dan juga tidak “sekali pakai buang” seperti halnya EPS untuk dekorasi dan packaging.  Karena menyadari betapa pentingnya mengatur limbah EPS agar tidak menimbulkan dampak lingkungan, pabrik b-panel melakukan daur ulang EPS secara menyeluruh dan sistematis sehingga bahan baku EPS digunakan dengan semaksimal mungkin, dan limbah (“waste”) produksi EPS dapat dikurangi, bahkan dihilangkan.

Bagan Proses Daur Ulang EPS/Styrofoam

Dari diagram diatas dapat dilihat alur proses daur ulang pabrik PT. Beton Elemindo Putra, dimana pabrik tersebut memproduksi dua jenis produk. Pertama, produk bahan bangunan b-panel yang salah satu bahan dasarnya adalah EPS dengan sifat tahan api (Fire Retardant/FR). Produk kedua adalah EPS  untuk bahan dekorasi dan packaging/pengepakan dengan bahan baku serupa, hanya saja EPS untuk dekorasi dan packaging ini tidak usah mempunyai karakteristik tahan api, dan biasa disebut EPS regular (RG). Dari bahan baku (EPS beads), EPS diproduksi dengan melewati proses ekspansi dan pembalokan, baik untuk bahan bangunan b-panel (FR), ataupun untuk bahan dekorasi dan packaging (RG). Dari bentuk balok, untuk produksi b-panel, EPS-FR kemudian diolah sesuai dengan standar yang ditentukan, dan oleh karena keunggulan sistem bangunan b-panel ini adalah custom cut (atau sudah dipotong sesuai ukuran gambar proyek) maka sering kali terjadi sisa potongan. Sisa potongan EPS-FR yang kondisinya masih dianggap baik / masih layak dan sesuai standar b-panel, dihancurkan dan digabung kembali dengan EPS-FR yang baru (“Virgin”) menjadi balok EPS–FR, yang kemudian diproses menjadi b-panel daur ulang yang dipasarkan dengan tipe “Recycled Blend”.

Recycled Blend

Jika sisa potongan EPS – FR kondisinya sudah tidak sesuai standar b-panel, sisa potongan tersebut digabung dengan sisa potongan EPS–RG dari produksi EPS non-bahan bangunan. Gabungan potongan ini adalah benar-benar barang sisa pabrik “waste”. Pabrik ini tidak mendaur ulang EPS-FR yang sudah tercampur dengan EPS-RG untuk dijadikan b-panelkembali, karena untuk bahan bangunan, persyaratan ketahanan api (Fire-retardant) adalah mutlak. Sisa potongan EPS  waste ini juga tidak dapat diproses kembali menjadi balok untuk dekorasi dan packaging, karena untuk dekorasi dan packaging diperlukan permukaan EPS yang halus dan tidak mengeluarkan serpihan-serpihan, berbeda dengan untuk bahan bangunan b-panel, dimana lebih kasarnya permukaan EPS tidak menjadi masalah untuk applikasi bahan bangunan, malah sebaliknya, cukup bermanfaat karena dengan permukaan yang kasar, adonan semen menjadi lebih menempel saat plesteran,  Jadi, sisa potongan EPS gabungan tipe FR dan RG ini adalah benar-benar bahan sisa produksi (“waste”).

Namun demikian, di pabrik PT. Beton Elemenindo Putra, potongan EPS waste tersebut tidak dibuang begitu saja. Pabrik tersebut memiliki sebuah fasilitas peleburan EPS (EPS melting facility) yang tidak jauh dari lokasi pabrik, agar EPS sisa produksi tersebut tidak menjadi limbah, melainkan menjadi produk lain yang berguna. EPS waste dari pabrik  dibawa ke tempat peleburan EPS, dimana EPS waste dilebur dengan menggunakan tanur yang didesain khusus, kemudian dicetak menjadi Polystyrene keras dalam bentuk kepingan-kepingan (chips) ataupun batangan (ingots). Chips dan ingots Polystryene tersebut menjadi bahan baku produk lain, misalnya untuk dijadikan casing handphone, casing komputer, dll.

Daur Ulang EPS/Styrofoam

Fasilitas peleburan EPS ini tidak hanya digunakan oleh pabrik PT Beton Elemenindo Putra sendiri saja. Setiap kali setelah pengiriman produk, armada truk PT. Beton Elemenindo Putra juga “menjemput”, tanpa mengenakan biaya, limbah Sytrofoam dari perusahaan-perusahaan dan toko-toko di berbagai pelosok Bandung dan sekitarnya, untuk bawa ke fasilitas peleburan EPS PT. Beton Elemenindo Putra ini. Walhasil, bukan hanya proses produksi pabrik b-panelsangat sedikit menghasilkan limbah (Kurang dari 0.3% dalam bobot produksi), operasi pabrik ini juga membantu mengurangi penumpukan limbah Styrofoam di kota Bandung dan sekitarnya.

Selain pelaksanaan proses daur ulang yang sistematis ini, PT. Beton Elemenindo Putra juga menjalankan aspek-aspek produksi lainnya secara ramah lingkungan pula, misalnya fasilitas boiler produksi yang sudah menggunakan tenaga cangkang kelapa sawit (Palm Kernel Shell) sehingga emisi gas rumah kaca (Green house gas) pabrik menjadi minim, dan juga pengembunan uap proses produksi di bak kolektor untuk mengurangi konsumsi air. Ini semua dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pabrik ini benar-benar ramah lingkungan, secara menyeluruh. Mungkin di sektor industri bahan bangunan, PT. Beton Elemenindo Putra dapat dikatakan sebagai pelopor pabrik ramah lingkungan di Indonesia.

Akhir kata, sangat disayangkan bahwa akhir-akhir ini semboyan “Hijau” dan ramah lingkungan banyak dijadikan alat pemasaran saja, karena banyaknya perusahaan-perusahaan yang memasarkan produk ramah lingkungan, tapi dalam kenyataannya produknya malah mencemari, atau di balik layar, proses produksinya tidak dapat dipertanggungjawabkan pada bumi ini. Semoga masyarakat makin teliti dan  menghargai upaya perusahaan-perusahaan yang mencoba berkarya sekaligus dengan gigih menjaga kelangsungan lingkungan kita.

Sumber : www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19/02/2010 in artikel

 

Tag:

2009 Des : Presentasi b-panel® di MUKERDA (Musyawarah Kerja Daerah) GAPEKSINDO Se-Jawa Barat (b-panel Marketing Team)

Presentasi b-panel® di MUKERDA (Musyawarah Kerja Daerah) GAPEKSINDO Se- Jawa Barat

Menyikapi kondisi Jasa Konstruksi Menghadapi Tahun 2010 “

Suasana Gapeksindo

Pada hari Kamis, tanggal 10 Desember 2009, bertempat di Hotel Papandayan Bandung, GAPEKSINDO (Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia), mengadakan Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) Se- Jawa  Barat dengan tema “ Menyikapi Kondisi Jasa Konstruksi untuk menghadapi Tahun 2010 “. GAPEKSINDO adalah suatu organisasi yang mewadahi para pengusaha Konstruksi se-Indonesia. Dalam acara ini, lebih dari 130 dari anggotanya hadir dan tidak sedikit pula professional bidang konstruksi dan teknik sipil di luar organisasi ini juga hadir dalam acara ini.

presentasiDalam kesempatan ini PT. Beton Elemenindo Putra diundang untuk memperkenalkan produk unggulannya yaitu b-panel®. Dalam presentasi tersebut  PT. B.E Putra menerangkan b-panel® sebagai suatu inovasi sistem dan bahan bangunan tahan gempa dan hemat energi.

Dalam acara ini PT. B.E Putra juga membuka sebuah stand kecil yang selalu ramai dikunjungi oleh anggota GAPEKSINDO yang mengikuti acara MUKERDA tersebut. Disitu staf – staf PT. B.E Putra memberikan penjelasan tambahan secara lebih detil dan teknis mengenai sistem dan bahan b-panel® ,dan juga membagikan  brosur – brosur produk kepada para kontraktor.

Staff PT. B.E. Putra membagikan eksemplar dari artikel-artikel yang berkaitan dengan b-panel®, dan produk yang akan dikembangkan PT. B.E. Putra selanjutnya, misalnya geofoam.

PT. Beton Elemenindo Putra mengucapkan terimakasih untuk kesempatan yang diberikan oleh pihak GAPEKSINDO  untuk menjadi bagian acara yang bermanfaat dan bermakna untuk anggotanya, dan dapat disosialisasikan untuk proyek – proyek pada tahun 2010 dan seterusnya.

www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27/01/2010 in news

 

Tag: , ,

2009 Des : Reinforced concrete – Expanded Polystyrene (EPS) sandwich panel: Megatrend bahan bangunan hemat energi dan tahan gempa (Majalah IAI)

Reinforced concrete – Expanded Polystyrene (EPS) sandwich panel: Megatrend bahan bangunan hemat energi dan tahan gempa

Styrofoam adalah bahan yang tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebanyakan dari kita mengenalnya sebagai bahan untuk pembungkus / pengepakan (packaging) terutama untuk aplikasi pengepakan yang membutuhkan insulasi suhu (thermal insulation) yang baik, seperti pengepakan ikan segar, bahan makanan perishable lainnya, es krim, dan sebagainya. Sebagian dari kita juga sudah tahu bahwa styrofoam adalah limbah (waste) yang semakin hari semakin menjadi masalah lingkungan yang berat, karena terlihat makin berserakannya cangkir, bongkah, dan lembaran styrofoam sepanjang mata memandang di pembuangan – pembuangan sampah, dan diperburuk citranya dengan fakta bahwa styrofoam ini adalah tidak membusuk (non-biodegradeable), sehingga timbunan sampah styrofoam akan terus bertambah apabila tidak didaur-ulang (recycled) secara profesional. Sebenarnya istilah Styrofoam ini adalah merek dagang milik Dow Chemical Corp dari Amerika Serikat. Jadi, untuk menghargai hak cipta mereka, dari titik ini, artikel ini akan membahas bahan tersebut dengan nama umumnya, yaitu EPS (Expanded Polystyrene). Untungnya, dengan berkembangnya penelitian akan kegunaan EPS terakhir ini, penggunaan EPS sudah jauh lebih berwawasan dan bertanggung jawab dibanding dengan penggunaan untuk bahan pembungkus (packaging) dan dekorasi. Salah satu contoh penggunaan baru EPS yang mulai adalah untuk bahan panel bangunan. Penggunaan EPS untuk bahan bangunan jauh lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan EPS untuk packaging, karena jangka pemakaiannya yang sangat panjang (bertahun2 selama bangunan digunakan), dan bukannya “sekali pakai buang” seperti EPS untuk packaging. Selain itu, sewaktu bangunan suatu hari dibongkar, proses pendaur ulangan EPS dapat dilaksanakan secara sistematis. Salah satu perusahaan EPS terkemuka di Eropa, Jebsen & Jessen, misalnya, dahulunya memproduksi EPS hanya untuk packaging, tetapi saat ini sudah lebih dari 70% omzetnya di Eropa adalah dari penjualan EPS untuk keperluan non-packaging, seperti untuk aplikasi bahan konstruksi.

Seperti dalam penggunaan packaging, karakteristik EPS yang sangat berguna untuk aplikasi untuk bahan bangunan adalah insulasi suhunya yang sangat unggul. Ini menjadikan EPS sebagai bahan ideal untukbangunan hemat energi di daerah2 tropis dimana udara luar sepanjang tahun selalu panas dan lembab.

Salah satu pengembangan bahan bangunan dengan menggunakan EPS adalah reinforced concrete – expanded Polystyrene (EPS) sandwich panel. Pada dasarnya, material ini adalah panel komposit dengan lapis ganda beton reinforced yang didesain khusus dengan lapisan expanded polysterene ditengahnya. Reinforced concrete –  expanded Polystyrene (EPS) sandwich panel, seperti contohnya b-panel, sudah mulai diproduksi dan dipasarkan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, dan sudah mulai mendapat  sambutan baik dari konsumen, baik pengembang properti, konsultan / kontraktor, maupun pemilik bangunan. Fungsi lapisan EPS, selain sebagai insulasi suhu, kelembaban, dan suara yang efektif, dan sebagai pereduksi berat jenis dinding, adalah juga sebagai formwork (bekisting) sewaktu proses pelapisan beton. Dalam contoh b-panel, bentuk lapisan EPS yang berombak (Corrugated) memungkinkan terbuatnya kolom-kolom kecil yang tersambung sepanjang dinding (continuous micro-columns), karena setiap kawat baja high-tensile (bagian dari wiremesh) searah panjang gelombang lapisan EPS akan mendapat selimut beton yang memadai. Faktor ini membuat dinding EPS sandwich panel ini menjadi sangat kuat, dan dapat menjadi bagian dari struktur penahan beban (Load bearing wall).

Dengan karakteristik kekuatan load bearing ini, maka dalam membangun hunian dengan menggunakan EPS sandwich panel, jumlah dan ukuran kolom dan balok yang diperlukan dapat dikurangi, bahkan
dihilangkan. Contohnya, untuk kebanyakan bangunan satu lantai, dengan menggunakan panel komposit EPS, ruangan dengan bentang sampai 6 meter sama sekali tidak memerlukan kolom praktis!
Keuntungannya adalah tentunya penghematan waktu dan biaya pembuatan kolom dan balok struktur, dan juga pengurangan beban statis struktur.

Dengan pelapisan beton cara penyemprotan beton di tempat (in-situ shotcrete) pada panel EPS saat seluruh panel sudah terpasang, hasilnya adalah suatu struktur dinding, lantai, dan dak atap, yang berupa suatu kesatuan (Monocoque structure). Karakteristik ini adalah sangat penting untuk ketahanan gempa suatu bangunan. Dimana suatu stuktur mempunyai kesatuan yang baik, kemungkinan kehancuran/gagal masal (catastrophic failure) bangunan disaat terjadi gempa berat akan dapat dikurangi secara signifikan.

Dinding panel komposit EPS dapat dibuat setebal apapun, yang dipertebal adalah lapisan EPS-nya, Penampang dinding b-panel® sedangkan ketebalan lapisan beton reinforced adalah konstan (sekitar 3 cm per sisi). Dengan komposisi bahan seperti ini, dan berat jenis EPS yang hanya kurang dari 1/5, atau 20%, dari berat jenis beton, pengurangan beban bangunan dibandingkan dinding konvensonal menjadi sangat signifikan, mulai dari 30% untuk dinding ketebalan 10cm, sampai lebih dari 70% untuk dinding yang lebih tebal.  Dengan pengurangan beban yang signifikan dan perkuatan dinding yang terpadu, maka struktur yang menggunakan panel komposit EPS mempunyai kekuatan yang sangat tinggi untuk bobotnya (Excellent strength-to-weight ratio) Pengurangan beban bangunan merupakan faktor kedua bangunan tahan gempa, karena hal ini akan mengurangi inersia dari ayunan bangunan sesaat gempa terjadi.

Kembali pada topik penghematan energi dan keramahan terhadap lingkungan, bangunan dengan menggunakan panel komposit EPS dapat menghemat biaya secara signifikan, baik biaya awal (upfront
cost) maupun biaya operasional hunian jangka panjang. Biaya awal dapat dikurangi dari pengurangan kapasitas (pk) unit-unit A/C yang harus dipasang. Sedangkan pengurangan biaya operasional dikarenakan penurunan konsumsi (KWH)  listrik perbulan dari 1.) unit A/C yang lebih kecil dan 2.) pengoperasian kompresor A/C yang berkurang. Kita semua tahu bahwa komponen terbesar konsumsi KWH listrik adalah dari pemakaian A/C.  Dari analisa tim R&D PT. Beton Elemenindo Putra, salah satu produsen panel komposit EPS, konduktifitas panas (thermal conductivity) dinding komposit EPS adalah hanya 10% dari dinding konvensional (Bata + plasteran) untuk ketebalan dinding serupa. Secara teori, ruangan yang terbuat dengan dinding komposit EPS hanya mengkonsumsi 10% daya listrik A/C dibandingkan dinding konvensional! Tentunya pada prakteknya, ada faktor2 lain yang membuat hal ini tidak terjadi, seperti rambatan thermal dari pintu, jendela, atap, dan kebocoran thermal dari lubang-lubang udara. Namun adalah tidak mengherankan, apabila hunian yang terbuat dari panel komposit EPS dapat mengurangi beban energi listrik dari A/C sekitar 20-40%. Di Indonesia, yang kebanyakan sumber pembangkit listrik masih dari bahan bakar fosil, penurunan beban listrik hunian ini akan secara signifikan mengurangi emisi gas rumah hijau (green house gas) dan mengurangi carbon footprint setiap hunian yang memakai bahan tersebut. Panel komposit EPS dapat memungkinkan proses konstruksi menjadi lebih cepat, dikarenakan panel komposit ini biasanya sudah dibuat (prefabricated) dengan ukuran dan bentuk sesuai dengan gambar desain dari pabrik, sehingga memudahkan pemasangan dan mengurangi wasti di lokasi proyek. Kedua, bobot panel sebelum dilapis dengan beton yang sangat ringan (kurang dari 5kg per m2) sangat memudahkan logistik dan handling material oleh tukang2 di proyek.

Akhir kata, dengan price premium nominal di atas bahan konvensional, penggunaan bahan panel komposit EPS memberikan keuntungan secara finansial yang jelas bagi pengguna / pemilik hunian. Selain itu, keuntungan non-finansialnya pun tidak dapat diabaikan, seperti hunian lebih nyaman (karena fluktuasi suhu lebih terjaga), tenang dan privasi terjamin (karena insulasi suara yang baik) dan aman dari pembobolan (dikarenakan lapisan ganda beton reinforced pada semua dinding). Dan untuk daerah yang rawan gempa (mencakup lebih dari 80% populasi penduduk Indonesia), penggunaan panel komposit EPS ini dapat berarti menyelamatkan nyawa seseorang dikala terjadi gempa besar. Karena itu, produsen-produsen panel komposit EPS di tanah air tentunya mengharapkan diterimanya bahan ini sebagai bahan pilihan untuk sebagain besar konstruksi di waktu dekat ini.

Sumber: PT. Beton Elemenindo Putra – Anak perusahaan PT. Beton Elemenindo Perkasa (PT. BEP), www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27/12/2009 in artikel

 

Tag: , , , , ,

2009 Nov : b-panel mensponsori Seminar Fakultas Teknik Sipil Universitas Tarumanagara (UNTAR) – “Innovative Building Material for Green Construction” (b-panel Marketing Team)

b-panel mensponsori Seminar Fakultas Teknik Sipil Universitas Tarumanagara (UNTAR) – “Innovative Building Material for Green Construction”

“Innovative Building Material for Green Construction”

Pada hari Selasa, 24 November 2009, PT Beton Elemenindo Putra menjadi salah satu sponsor korporat seminar sehari bertemakan bahan bangunan inovatif ramah lingkungan, yang diorganisir oleh Fakultas Teknik Sipil Universitas Tarumanagara (UNTAR). Acara yang terbuka untuk profesional dan umum ini diselenggarakan di Auditorium Utama Lantai 3 gedung UNTAR di Jalan Letjen S. Parman no.1, Jakarta. Dengan keramahan lingkungan sebagai topik yang makin diminati akhir-akhir ini, lebih dari 200 peserta hadir dalam acara ini, dengan mayoritasnya adalah dari kalangan mahasiswa. Tidak sedikit pula professional bidang pembangunan, dan dari kalangan dosen / akademia yang juga hadir. Seminar ini diselenggarakan untuk memperkuat keperdulian mahasiswa dan kalangan profesional terhadap lingkungan, berkaitan dengan bidang konstruksi dan teknik sipil.

Dalam acara sehari penuh itu, PT. B.E.Putra menggelar sebuah booth / stand kecil di dekat auditorium, dengan tujuan untuk memberikan penjelasan tambahan secara lebih detil dan teknis mengenai sistem dan bahan b-panel kepada para mahasiswa dan pengunjung seminar lainnya. Fungsi lain stand ini adalah untuk merekrut mahasiswa2 tingkat akhir untuk bergabung dengan b-panel setelah lulus. Sewaktu istirahat dan makan siang, stand b-panel ini selalu ramai dikunjungi peserta seminar. Selain brosur b-panel, staff PT. B.E. Putra juga membagikan eksemplar dari artikel-artikel majalah terbaru yang berkaitan dengan b-panel, dan produk yang akan dikembangkan PT B.E. Putra selanjutnya, yakni Geofoam.

b-panel

Dalam sesi pertama di pagi harinya, seminar menampilkan Bapak F.X. Supartono sebagai pembicara yang pertama. Beliau adalah salah satu pakar konstruksi beton yang terkemuka di Indonesia. Dalam presentasinya, Bapak Supartono mengingatkan seluruh mahasiswa dan para profesional bidang teknik sipil untuk selalu mengingat kepentingan dan kebutuhan generasi depan dalam menggarap atau mengeksploitasi hasil bumi sekarang ini, dan selalu berpikir panjang dalam mendesain bangunan dan merencanakan proses pelaksanaan proyek, supaya kelangsungan lingkungan bisa terjaga. Dalam presentasinya, Bapak Supartono juga membahas berbagai tren teknologi beton yang dapat dipraktekan untuk mengurangi dampak lingkungan, tanpa mengorbankan kekuatan gedung, atau tambahan biaya proyek yang signifikan.

b-panel

Pembicara kedua adalah bapak Urip Timuryono. Beliau adalah Presiden Direktur PT Semen Gresik, dan juga adalah pakar industri dan teknologi semen yang paling disegani di Indonesia. Bapak Urip menjelaskan bahwa industri semen adalah industri yang pada hakekatnya sangat banyak mengkonsumsi energi, dan karena itu pula sangat banyak mengeluarkan gas rumah kaca (Green house gas emission). Bapak Urip mengutarakan perkembangan prestasi produsen semen dalam mencoba membuat proses dan produk mereka menjadi lebih ramah lingkungan – apa yang beliau sebut sebagai “Green Cement”. Seperti yang sebelumnya dibahas oleh Bapak Supartono, Pak Urip menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program “Green Cement”, kualitas atau kekuatan semen malah membaik, nilai harga semen naik, sehingga solusi ini bukan merupakan suatu kompromi yang merugikan fihak pemain industri.

b-panel

Di sesi kedua sore harinya, giliran sponsor korporat seminar, yaitu PT Sika Indonesia dan b-panel, yang menjadi pembicara. PT Sika Indonesia, bagian dari Sika Worldwide, perusahaan Swiss berkelas global, menerangkan pentingnya atap bangunan sebagai lahan penurunan dampak lingkungan suatu gedung, khususnya dengan konsep “green roof/roof garden” atau taman di atap. Dengan dijadikannya atap hunian dan gedung sebagai taman, maka insulasi termal atap akan meningkat, akan terjadi produksi oksigen tambahan yang diperlukan terutama di pusat-pusat kota, akan berkurang debu karena terserap tanah taman, dan akan terserap CO2 dari udara oleh tanaman dan tanah.

Setelah presentasi dari PT Sika, pembicara berikutnya adalah b-panel. Presentasi b-panel dibuka dengan memantau situasi pemanasan bumi yang dikaernakan ulah manusia yang kian parah, kontribusi emisi CO2 beberapa negara yang tidak sepadan dengan jumlah penduduknya, dan kesempatan pengurangan emisi CO2 global yang besar dari perbaikan insulasi suhu hunian dan gedung. Presentasi b-panel juga menerangkan betapa signifikannya potensi penghematan energi A/C dikarenakan insulasi suhu EPS b-panel yang sangat unggul.

PT. Beton Elemenindo Putra mengucapkan terimakasih untuk kesempatan yang diberikan oleh fihak UNTAR untuk menjadi sponsor acara yang bermanfaat dan bermakna untuk generasi depan ini.

Spanduk Seminar

Sumber : www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28/11/2009 in news

 

Tag: , ,

2009 Nov : GEOFOAM : megatrend teknologi geoteknik menggunakan styrofoam (Properti.biz November 2009)

GEOFOAM : megatrend teknologi geoteknik menggunakan styrofoam

Styrofoam* adalah bahan yang tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebanyakan dari kita mengenalnya sebagai bahan untuk pembungkus / pengepakan (packaging) dan untuk deko­rasi, dan sebagian dari kita juga memandangnya sebagai limbah (waste) yang semakin hari semakin menjadi masalah lingkungan yang berat, karena terlihat makin berserakannya cangkir, bong­kah, dan lembaran styrofoam sepanjang mata memandang di pembuangan – pembuangan sampah, dan diperburuk citranya dengan fakta bahwa styrofoam ini adalah tidak membusuk (non­biodegradeable), sehingga timbunan sampah styrofoam akan terus bertambah apabila tidak didaur-ulang (recycling) secara profesional.

Sebenarnya istilah Styrofoam ini adalah merek dagang milik Dow Chemical Corp dari Amerika Serikat. Jadi, untuk menghargai hak cipta mereka, dari titik ini, artikel ini akan membahas bahan terse-but dengan nama umumnya, yaitu EPS (Expanded Polystyrene). Untungnya, dengan berkembangnya penelitian akan kegunaan EPS terakhir ini, penggunaan EPS sudah jauh lebih berwawasan dan bertanggung jawab dibanding dengan penggunaan untuk bahan pembungkus (packaging) dan dekorasi. Salah satu contoh penggunaan baru EPS yang populer adalah untuk bahan panel bangunan untuk penahan suhu dan suara, yang juga lebih tahan gempa. Produk2 panel bangunan dengan menggunakan EPS, sep­erti contohnya b-panel, sudah mulai diproduksi dan dipasarkan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, dan sudah mulai mendapat sambutan baik dari konsumen, baik pengembang properti, kon­sultan / kontraktor, maupun pemilik bangunan.Penggunaan EPS untuk bahan bangunan jauh lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan EPS  untuk packaging, karena jangka pemakaiannya yang sangat panjang (bertahun-tahun selama bangunan diguna­kan), dan bukannya “sekali pakai buang” seperti EPS untuk pack­aging. selain itu, sewaktu bangunan suatu hari dibongkar, proses pendaur ulangan EPS dapat dilaksanakan secara sistematis.

Contoh penggunaan EPS yang baru lagi adalah Geofoam. Geo­foam adalah solusi geoteknik, yakni EPS yang didesain khusus dengan fungsi sebagai pengisi tanah atau material konstruksi lainnya. Sebenarnya solusi Geofoam initelah digunakan di man­canegara lebih dari 30 tahun. Salah satu perushaan EPS terkemu­ka di Eropa, Jebsen & Jessen, misalnya, dahulunya memproduksi EPS hanya untuk packaging, tetapi saat ini sudah lebih dari 70% omzetnya di Eropa adalah dari penjualan EPS untuk keperluan non-packaging, seperti untuk aplikasi geofoam. Di Asia Tengga­ra, termasuk Indonesia, Geofoam adalah baru merupakan suatu megatren teknologi geoteknik. Karena manfaat dan keunggulan­nya yang sangat jelas, dalam waktu dekat teknologi geofoam ini diperkirakan akan mendominasi dan menggantikan metodologi2 geoteknik konvensional.

Geofoam

Karena berat jenisnya yang sangat ringan (hanya sekitar 1/10, atau 10% dari rata2 berat tanah urugan), Geofoam mengurangi beban yang harus ditanggung oleh tanah dengan sangat signifi ­kan, yang efeknya adalah mengurangi dan memperlambat proses penurunan (settlement) pada tanah dasar dan infrastruktur di da­lamnya, serta dapat meningkatkan stabilitas tanah.

Geofoam memiliki kekuatan yang sangat tinggi untuk beratnya (excellent strength-to-weight ratio) dan nilai kekuatan kompresif (compressive strength) yang tinggi, sehingga cocok untuk keper­luan konstruksi beban berat, seperti misalnya untuk jalan angku­tan berat. Bahkan, Geofoam sudah diaplikasikan untuk landasan sebuah bandara!

Beberapa contoh penggunaan Geofoam:

  1. Pengganti urugan tanah untuk pembuatan jalan
    geofoam
  2. geofoam
  3. Retaining Wall (Mengurangi tekanan dan gerakan lateral pada dinding)
    geofoam
  4. Pembatas Jembatan
  5. Undakan pada gedung bioskop
    geofoam
  6. Meninggikan elevasi lantai
    Geofoam

Keuntungan-keuntungan penggunaan Geofoam :

  1. Sangat ringan (berat jenis sekitar 1/10, atau 10% dari tanah uru  gan) sehingga mengurangi dan memperlambat penurunan ta nah secara signifi kan
  2. Kekuatan kompresi yang tinggi sehingga dapat digunakan un tuk keperluan konstruksi bobot berat
  3. Tahan lama dan umur pemakaian (service life) yang sangat panjang
    • Tidak membusuk (non-biodegradeable) dan tidak teroksdasi oleh udara, air, maupun elemen alam lainnya
    • Tahan rayap (dengan treatment khusus)
  4. Hemat waktu (=hemat biaya)
    • Balok EPS sangat ringan sehingga mengurangi kendala logistik
    • Efisiensi peralatan dan tenaga kerja
    • Mudah dibentuk dan dipasang
    • Instalasi tidak tertunda oleh kondisi cuaca

EPS untuk aplikasi Geofoam adalah EPS yang diproduksi secara presisi, sesuai dengan standar-standar teknis internasional, misalnya ASTM 6817 untuk kekuatan kompresi (compressive strength) dan ASTM C578 untuk performa thermal.

Tabel: contoh standarisasi kekuatan EPS (ASTM 6817)

geofoam

Kebanyakan pabrik EPS hanya memproduksi EPS untuk packag­ing, sehingga sangat sulit untuk mereka perduli, mengerti, dan sanggup mendesain pesanan EPS untuk geofoam secara benar

Jadi, apabila anda tertarik dengan EPS untuk keperluan konstruk­si seperti misalnya untuk aplikasi  Geofoam, pastikan suplier EPS anda memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Suplier memproduksi EPS di fasilitas sendiri sehingga kualitas EPS (bahan baku, densitas, pembalokan) akan lebih terjamin. Seringkali seorang suplier mengaku punya pabrik sendiri, pada kenyataan mengambil barang dari pabrik lain.
  • Suplier mempunyai kapasitas produksi yang tinggi. Volume EPS untuk pemasangan geofoam adalah jauh lebih besar dari kebanyakan volume pemesanan EPS untuk packaging. Pabrik EPS yang biasanya hanya menerima pesanan packaging akan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan EPS untuk geofoam
  • Suplier sudah membuat EPS untuk keperluan konstruksi, dan mempunyai tim dan staf ahli (teknik sipil, geoteknis) di dalam organisasinya. EPS untuk geofoam adalah bahan yang harus didesain secara teknis (highly engineered material), tidak sep­erti EPS untuk packaging. Suplier yang sudah memproduksi EPS untuk keperluan konstruksi sudah faham benar dengan syarat2 EPS mutu konstruksi (Construction grade), misalnya dengan persyaratan EPS tipe Fire Retardant (FR).

Sumber : PT. Beton Elemenindo Putra, www.b-panel.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26/11/2009 in artikel

 

Tag: , , , , ,